Meski Gelar Sarjana Udah Di Tangan, Tapi Itu Bukan Alasan Buatmu Untuk Tidak Jadi Ibu Rumah Tangga Yang Mengabdi

Meski Gelar Sarjana Udah Di Tangan, Tapi Itu Bukan Alasan Buatmu Untuk Tidak Jadi Ibu Rumah Tangga Yang Mengabdi

Posted on

Jadi seorang wanita terkadang memang sering dihadapkan pada pilihan yang teramat sulit. Terlebih jika kamu telah menikah dan menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga. Terlebih lagi untuk kamu yang memilih menikah tepat setelah gelar sarjanamu baru saja di raih.

Sering kali pilihan yang sulit itu muncul begitu saja minta di selesaikan tanpa permisi. Termasuk pilihan untuk memilih fokus menjadi ibu rumah tangga atau tetap menjalankan impian yang telah kamu rangcang sebelumnya.
Bagi kamu yang memang dari awal telah mendedikasikan dirimu untuk menjadi ibu rumah tangga yang mengabdikan seluruh hidupnya kepada suami dan anak mungkin pilihan sulit tersebut tidak pernah menghampirimu tanpa permisi.

Namun, bagaimana dengan kamu yang memang telah mengukir rencana impianmu sejak jauh jauh hari sebelum kamu mengalami pasca sarjana, dan pada kenyataanya setelah sarjana ada seseorang yang menawarkanmu untuk melukis masa depan bersama dalam balutan mahligai rumah tangga.

Ah, pilihan tersulit pastinya menghampirimu dengan begitu saja. Sebagai seorang wanita yang yang dikudratkan menjadi makmum dari imam tercintamu, pastinya memilih menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya adalah pilihan terbaik yang tidak bisa kamu elakan.

Bagaimana dengan gelar sarjanamu? tidak sayangkah seorang sarjana sepertimu hanya berdiam diri di rumah mengurus anak dan menunggu suami datang dari pekerjaannya?

Setelah membaca artikel ini kamu akan tahu jawaban dari pertanyaan itu, dan kamu akan merasa lebih berharga menjadi ibu rumah tangga yang bergelar sarjana.

Sebagai seorang ibu, tentunya kecerdasan harus kamu miliki untuk mendidik anakmu dan gelar sarjanamu pastinya akan sangat membantu

Sebagai seorang ibu, tentunya kecerdasan harus kamu miliki untuk mendidik anakmu dan gelar sarjanamu pastinya akan sangat membantu
Sebagai ibu yang harus melahirkan anak anak cerdas dan sukses kedepanya, tentunya kecerdasan harus kamu miliki untuk mendidik mereka dengan baik. Sebagai seorang sarjana, setidaknya kamu memiliki bekal yang mumpuni untuk dikatakan sebagai ibu yang intelektual. Wawasanmu akan lebih luas berkat pelajaran yang kamu dapatkan semasa kuliah.

Dengan begitu, kamu akan dapat membuktikan kepada siapa saja yang sering menganggap gelar sarjanamu sia sia. Mereka hanya lupa bahwa untuk mencetak anak yang cerdas dan sukses diperlukan ibu yang lebih cerdas pula.
Maka, sungguh seorang sarjana sepertimu tidak perlu di sayangkan meski hanya berdiam diri di rumah dan menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya.

Sebagai hiasan yang paling berharga, tentunya kamu tidak akan rela menitipkan anak kepada baby sitter demi mengejar karier yang di impikan

Sebagai hiasan yang paling berharga, tentunya kamu tidak akan rela menitipkan anak kepada baby sitter
Banyak hal yang tentunya kamu impikan jauh sebelum pintu pelaminan terbuka dan mengharuskan kamu memilih menjadi ibu rumah tangga. Sebenarnya, sebagai manusia yang diberikan kebebasan memilih, kamu bisa saja memilih untuk tetap menjalankan karier sambil menikamati kehidupan rumah tangganya.

Namun, bagaimana dengan anak anak yang tentunya memerlukan perhatian khusus dari seorang ibu? mungkin bisa saja kamu mempekerjakan seorang baby sitter untuk menjaga anak anakmu. Tapi, ingat ! bukankah anak adalah harta berharga yang senantiasa menjadi penghias hari hari orang tuanya ?

Bahkan anakmu jauh lebih berharga dari berlian yang kau beli dengan segudang uang. Bukan begitu ? jika begitu, akan relakan engkau menitipkan hiasan paling berharga ini pada orang lain ? bagaimana jika anakmu tidak mengenalmu ? bagaimana jika ia lebih menyayangi pengasuhnya ?

Stop ! kariermu tidak akan membuatmu bahagia selamanya. Dengan berkarier mungkin kamu akan mendapakan harta yang berlimpah. Namun, bukankah harta yang paling berharga adalah anak yang senantiasa menjadi permata hati yang paling cemerlang ?

Sebagai anak berbakti, tentunya kamu sangat menginginkan membantu orang tua yang telah menyekolahkanmu hingga sarjana, menjadi ibu rumah tangga pun bukan halangannya
Sebagai anak berbakti, tentunya kamu sangat menginginkan membantu orang tua yang telah menyekolahkanmu hingga sarjana, menjadi ibu rumah tangga pun bukan halangannya

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang juga berperan sebagai seorang anak dari orang tua yang telah bersusah payah membesarkanmu sejak kamu berada dalam rahim, bersekolah, hingga akhirnya kamu harus meninggalkan mereka untuk menempuh hidup baru bersama lelaki pilihanmu, memang terkadang adalah hal terberat.

Keinginan untuk membantu mereka dalam segi finansial adalah hal terberat yang akan kamu rasakan ketika memilih untuk menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya. Mungkin bagi kamu yang memiliki suami dengan penghasilan yang lebih, akan dengan sangat mudah untukmu membantu orang tua meski kamu tidak bekerja.

Tapi, bagaiman dengan kamu yang memiliki segi keuangan yang masih pas pasan ? sebagai seorang sarjana yang telah di bekali berbagai ilmu, kamu seharusnya memiliki jiwa kreatif yang lebih tinggi. Kamu bisa memutar akal untuk membuat bisnis sendiri yang dapat menambah penghasilanmu.

Misalnya bisnis online, membuka toko kebutuhan pokok dirumah atau pun sekedar membuat kerajinan yang dapat kamu jual dengan harga yang lumayan mahal. Dengan begitu keinginan membantu orangtuamu bisa tersalurkan dengan tanpa mengabaikan peranmu sebagai ibu rumah tangga.

Kebahagian menjalani peran sebagai istri dan ibu pasca sarjana mungkin sedikit sulit, tapi hal ini sebenarnya sering di irikan oleh teman temanmu

Kebahagian menjalani peran sebagai istri dan ibu pasca sarjana mungkin sedikit sulit, tapi hal ini sebenarnya sering di irikan oleh teman temanmu
Sepintas ketika kamu melihat teman temanmu yang pernah satu angkatan dan merasakan kebahagiaan yang sama, dan diwaktu yang sama pula ketika sama sama menggunakan topi sarjana masih bisa dengan bebas berkumpul atau sekedar jalan bersama.

Atau bahkan kamu akan sedikit iri ketika melihat teman teman seperjuanganmu dengan kesibukannya masing masing dalam meniti kariernya. Namun, sebenarnya yang patut iri itu mereka kepadamu.

Kenapa ? karena diusiamu yang terbilang muda ini kamu telah bisa mengurus segalanya. Di saat yang lain sibuk dengan masa mudanya, kamu telah bisa menjadi ibu muda yang cerdas dengan segala kesibukanmu sebagai ibu rumah tangga. Dan yang paling bikin iri darimu adalah ketika yang lain masih galau dalam pencarian jodohnya, kamu yang memilih menjadi ibu rumah tangga duluan telah berbahagia dengan seseorang slalu menjaga dan menjamin kebagianmu.

Bagaimana ? setelah membaca alasan alasan tersebut, pastinya sekarang kamu percaya bukan ? menjadi seorang sarjana yang memilih menjadi ibun rumah tangga bukanlah pilihan yang harus di sayangkan. Gelar sarjanamu tidak akan sia sia meski kamu tidak bekerja.

jadi, jangan ragu lagi yaa untuk memilih menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya. Jangan pedulikan omongan orang tentang gelar sarjanamu. Lihat suamimu, lihat anakmu, mereka sangat membutuhkan peranmu

Leave a Reply