Memilih bibit belut yang baik untuk budidaya atau ternak belut
Memilih bibit belut yang baik

Cara Budidaya Atau Ternak Belut Yang Baik Dan Benar

Posted on

Budidaya atau ternak belut sekarang ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa belut sangat banyak mengandung nutrisi dan gizi yang sangat baik. Hal ini membuat binatang rawa ini banyak diminati oleh banyak orang untuk dijadikan berbagai olahan makanan, sehingga permintaan belut dipasaran pun semakin meningkat. Dari fakta ini, keluarlah satu pemikiran atau peluang untuk usaha yaitu membudidayakan atau ternak belut. Nah, pada kesmpatan kali ini admin akan membahas cara budidaya atau ternak belut yang baik dan benar.

Mempelajari cara budi daya belut yang benar

Seperti yang sudah saya bahas diawal, bahwa permintaan belut akhir-akhir ini semakin meningkat. Hal ini memjadikan keuntungan bagi petani yang membudidayakan belut. Bukan itu saja, pengusaha baru yang sedang mencari inspirasi untuk usahanya pun banyak yang menjadikan budidaya dan ternak belut ini sebagai langkah awal usahanya. Dalam menjalankan usaha budidaya belut anda perlu pengetahuan tentang bagaimana cara budidaya belut yang  baik dan benar, serta hal apa saja yang harus menjadi perhatian anda saat mencoba budidaya belut.

Pada langkah awal anda harus mengenal dan memahami apapun tentang belut. Pelajari tempat yang paling baik untuk dijadikan tempat budidaya belut, pemilihan bibit dan perawatan belut pun harus anda perhatikan. Selain itu, pemberian makanan dan waktu panen juga harus anda pelajari dengan benar supaya usaha budidaya belut anda dapat menghasilkan keuntungan.

Mengenal belut sebagai langkah awal budidaya

Sebelum memulai usaha budidaya belut ada baiknya anda mempelajari apa-apa tentang belut, supaya anda pun mudah untuk  membudidayakananya. Belut digolongkan ke dalam hewan bangsa ikan, hal ini dibuktikan oleh ingsang yang dimiliki belut. Habitat aslinya belut banyak ditemukah di lumpur basah, sawah dan rawa-rawa. Nama latin dari belut ini adalah fluta alba yangn termasuk ke dalam family Synbranchidae.

Dalam habitat aslinya belut memakan hewan-hewan kecil seperti cacing, kecebong dan sejenisnya.

  1. Memilih bibit belut yang baik
Memilih bibit belut yang baik untuk budidaya atau ternak belut
Memilih bibit belut yang baik

Setelah mengenal belut, untuk memiliki usaha budidaya belut yang menguntungkan anda harus memilih bibit belut yang baik. Untuk bibit belut anda dapat memilihnya antara belut hasil tangkapan ataau belut hasil budidaya. Jika anda memilih belut hasil tangkapan keuntungan yang anda dapat adalah rasanya yang lebih gurih sehingga harga jualnya pun akan lebih mahal. Namun, kekurangannya adalah ukuran belutnya yang tidak merata serta mungkin memiliki trauma karena metode penangkapan. Sedangkan belut hasil budidaya ukuranya akan lebih merata serta jumlah yang tersedia akan banyak namun kekuranganya harga jualnya akan lebih murah dari belut hasil tangkapan.

Untuk mendapatkan bibit belut yang unggul sebaiknya anda memperhatikan kriteria brikut :

  • Ukurannya seragam. Ukuran bibit yang seragam dimaksudkan untuk memudahkan pemeliharaan dan menekan risiko kanibalisme atau saling memangsa.
  • Gerakannya aktif dan lincah, tidak loyo.
  • Tidak cacat atau luka secara fisik.
  • Bebas dari penyakit.
  1. Menyiapkan media tumbuh belut
cara budidaya belut
Menyiapkan media tumbuh belut

Untuk tempat membudi dayakan belut akan lebih baik jika anda memilih tempat yang sama seperti habitat aslinya agar belut yang dibudidayakannya pun tumbuh dengan baik. Habitat asli belut adalah di dalam lumpur. Sedangkan untuk membudidayakan belut anda dapat menempatkannya di kolam yang dberi bebrapa media yan mendukung agar belut tumbuh dengan baik. Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari cara membuat media tumbuh belut berikut ini :

  • Bersihkan dan keringkan kolam. Kemudian letakkan jerami padi yang telah dirajang pada dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm.
  • Letakkan pelepah pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
  • Tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
  • Siram lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, misalnya larutan EM4.
  • Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 1-2 minggu agar terfermentasi sempurna.
  • Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan racun. Setel besar debit air, jangan terlalu deras agar tidak erosi.
  • Langkah terakhir, genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok. Jangan terlalu padat.
  • Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh/lumpur setebal kurang lebih 60 cm. Setelah semuanya selesai, bibit belut siap untuk ditebar.
  1. Cara penebaran bibit belut
cara ternak belut
Cara penebaran bibit belut

Penebaran bibit belut yang baik adalah pada pagi dan sore hari, ini dimaksudkan agar blut tidak mengalami stress. Jika bibit anda ambil dari hasil penangkapan sebaiknya lakukan karantina terlebih dahulu yaitu dengan meletakan belut di dalam air bersih yang mengalir. Pemberian makanan pada saat karantina harus diperhatikan anda dapat memberikan makanan berupa kocokan telur secara berkala.

Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Atur juga kedalaman air, hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut. Air yang terlalu dalam akan membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut akan lebih kurus.

  1. Perhatikan pemberian pakan pada belut
cara budidaya atau ternak belut
Perhatikan pemberian pakan pada belut

Pemberian pakan pada belut hrus diperhatiakan karena keterlambatan pemberian pakan pada belut merupakan hal yang fatal terutama pada belut yang baru ditebar, mengingat bahwa belut merupakan hewan yang rakus.

Pakan budidaya belut bisa berupa pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang masih kecil (larva) antara lain zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang telah dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.

Untuk pakan mati bisa diberikan bangkai ayam, cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi pemberian pakan mati bisa 1-2 kali setiap hari.

5 . Proses pemanenan belut

Proses pemanenan ternak belut
Proses pemanenan belut

Untuk pemanenan belut, tidak ada takaran yang ditentukan. Namun, pada umumnya pasar domestic menginginkan belut yang lebih kecil dari pasar ekspor. Biasanya penangkaran belut berkisar antara 3 sampai 6 bulan.

Terdapat dua cara memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.

Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan pada budidaya belut intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih seragam.

Baca juga : Cara Budidaya Atau Ternak Kroto Yang Menguntungkan

Itulah sedikit pembahasan tentang cara budidaya dan ternak belut yang baik dan benar. Semoga artikel ini dapat membrikan inspirasi bagi anda yang sedang mencari peluang bisnis baru yang dapat menguntungkan. Selamat mencoba !

 

One thought on “Cara Budidaya Atau Ternak Belut Yang Baik Dan Benar

Leave a Reply